Selasa, 04 Oktober 2011

Template Baru dan Gaji Buta

Sendirian di kantor tanpa kerjaan makan gaji buta tapi banyak fasilitas membuat tangan dan otak tidak mau berhenti "nakal". Kalau sedang begitu, yang dilakukan hanya chatting, Facebook-an, dan utak atik blog.
Hasilnya adalah template baru yang sedikit memuaskan hati saya tapi tidak mata saya.

Tapi tidak apa-apalah, karena template ini saya jadi kepikiran ngegambar sendiri header dan mengutak-atik html. Semoga dalam 2 bulan ini bisa kosong terus kantor dan tanpa kerjaan maksimal belajar online dari teman-teman blogger senior dan dari mbah google tentunya.
Untuk teman-teman yang matanya jadi sakit gara-gara blog ini, ya maaf.
maklum newbie

Selasa, 20 September 2011

Sedih dan Bahagia itu Berdampingan selalu

Wisudawati Gadungan
Hallo....
Assalamu alaikum Warahmatullahi wabarakatuhhhh
Disamping adalah wisudawati S2 Gadungan. Cuman modal toga doang. kagak pernah kuliah, he he he.....

Jadi ceritanya lagi heppi-heppi di acara wisuda suamiku. Alhamdulillah rame di rumah. Semua pada ngumpul. Cukup bis amenjadi obat karena lebaran gak bis angumpul semua.
Kalau ditanya tentang kapan saat yang paling bahagia, maka saya akan menjawab saat di mana kita berkumpul dengan sanak keluarga. Apalagi di rumah kita sendiri.

Kalau ditanya tentang kapan saat yang paling membuat sedih (bukan menyedihkan karena konotasinya jelek) adalah saat di mana kita harus berpisah dengan keluarga. Baik saya yang meninggalkan atau mereka yang meninggalkan.

Ya. Setelah saya hanya bisa berkumpul Lebaran dengan keluarga suami, minggu lalu saya bisa berkumpul dengan keduanya, keluarga saya dan suami walau tidak lengkap. Tapi intinya keempat orang tua ada semua.
Walau hanya empat hari, tapi itu sungguh menyegarkan kekeringan hati saya yang kemarau rindu berkepanjangan.
Bapak dan Ibu mertua saya, Bapak dan Ibu saya sendiri, Suami dan anak saya, serta adik suami dan adik saya beserta isterinya serta satu keponakan dari kakak saya. Rumah terasa hidup.
Bercanda, menonton, jalan-jalan dan banyak hal tak terencana yang membahagiakan.
Apalagi ditambah satu kebahagiaan atas diwisudanya suami saya yang telah selesai S2-nya. Hidup terasa "isi" sekali.
Si Adek gak mau ditengah, nyempil dipinggir
Alhamdulillah.... Hanya Allah yang dapat menjadikan semua ini nyata. Inilah hikmah dari ketertundaan kelulusan suami saya hingga 3 tahun. Ternyata Allah mencarikan waktu yang tepat untuk mengumpulkan kami semua.
Subahanallah.... terima kasih Ya Rabb.

Fainna ma'al 'usri yusrooo
Janji Allah yang telah terbukti lagi pada kami...

Wisuda hanya formalitas kelulusan, yang dibutuhkan adalah bagaimana gelar yang didapat melalui proses belajar itu dapat berguna dalam kehidupan untuk diri dan orang lain. amin

entah kenapa saya ingin berbagi beberapa foto saat ini. Semoga pembaca tidak terganggu. terimakasih.
Suami dan mertua


 
Suami dengan ortu saya





Senin, 05 September 2011

Episode Mudik

Assalamu alaikum semua...
Masih dalam suasana lebaran, maka ijinkan saya mengucapkan "Minal Aidzin wal faizin, Mohon maaf lahir batin"

Melihat  berita di televisi tentang padatnya semua transportasi membuat saya malas untuk balik ke malang esok.
Walau sebenarnya saya tidak akan mengalami kemacetan dan berdesak-desakan kaarena saya mudik&balik by kereta api bisnis.
Paling yang membuat tidak nyaman adalah asap rokok dari manusia-manusia kurang sopan yang dengan seenaknya merokok tanpa mengindahkan orang lain yang sudah terbatuk-batuk atau anak kecil dan balita di sekitarnya. (Waktu berangkat kemaren, ada seorang bapak tepat dibelakang kursi saya dengan isteri dan bayinya tapi tetap saja PD merokok kebal kebul asapnya)


Atau yang lebih mengganggu lagi ketika dalam perjalanan yang 12 jam itu, ada sepsang kekasih atau apapun namanya, sedang ber"adegan sinetron". Mungkin pikir mereka berdua ada sutradara atau produser yang segerbong sehingga mereka diaudisi saat itu juga dan jadi artisnya. Ampun deh...

Perempuan itu mengenakan celana putih super pendek yang hanya menutup kemaluannya dan berambut panjang. Sang Laki-laki memakai celana selutut doreng-doreng dengan atasan kaos "u can see" bertubuh kekar dengan potongan rambut khas TNI.
Sebentar-sebentar tertawa, bercanda dan bermesraan.
sebentar-sebentar bertengkar, menggoda dan berselisih.
tapi yang membuat telinga merah, hati serasa terbakar, tangan pengen nampar aja.
Kepikiran juga memprovokasi orang segerbong untuk rame-rame mengusir mereka berdua tapi.... ngapain juga ngurusin orang gila.
coba anda bayangkan, si perempuan menangis,meraung, berteriak, mengumpat dari magrib/buka puasa sampai saya tiba di tasikmalaya pukul 6 pagi keesokan harinya. Semoga perjalanan besuk tidak menemui hal yang demikian lagi. semoga aman, nyaman dan lancar.

Selama di tasik selain berkeliling sama keluarga juga jalan-jalan sendiri. yang paling seru adalah nge-BEAT sendirian tak tahu arah. Maunya caru minimarket aja pumpung mertua lagi gak dirumah dan ada motor. Adek juga lagi ikut neneknya. Lumayanlah serasa gadis, berkelana tanpa ada yang ngintil.
Tapi stress waktu sudah dijalan, ternyata aku tidak ingat apapun. Biasa naik mobil dan asal ngikut tanpa memperhatikan jalan jadinya meraba-raba deh waktu nge-BEAT. Ngikut orang we. celakanya pas pulang karena banyaknya jalan overboden (gimana ya nulisnya, pokoknya jalan searah saja) saya tidak tahu harus belok kemana kalau mau kembali ke rumah. Jadilah satu jam terakhir hanya dipakai untuk nyari jalan pulang. Mau nelpon suami gengsi donk, masak mengaku kalau tersesat, he he he he

Yeah, ini the last day at tasik. Tiket sudah di tangan dan tertanggal 6 september by Malabar pukul berangkat 18.30 wib. Si Adek sudah mulai rewel "pulang....pulang" seperti waktu malam pertama tiba di tasik. Ah adek bikin sedih saja.
tapi yang mmebuat senang di hari kedua di sini hingga sekarang dia sudah nempel sama neneknya.

About kuliner... kali ini kita mencoba Mie Bakso Rusuk yang enak banget, Mie bakso Loma yang katanya wuenak tapi menurut saya biasa saja, warung Seu-hah yang enggak hah banget serta bumbu yang biasa dan sambel yang masih amburadul rasanya. terus Warung Ampera yang super besar tapi menurutku juga biasa aja ah.

Now time for cari oleh-oleh untuk ke Malang.
Beli apa ya??????

Kamis, 18 Agustus 2011

Hari Merdeka

Setelah begitu tergila-gilanya Mikael dengan lagu Garuda Pancasila versi B Channel TV yang kita nikmati melalui saluran TV Lokal NDTV, sudah seminggu ini dia punya idola baru.
Apalagi kalau bukan lagu Hari Merdeka yang akhir-akhir ini lebih sering tayang daripada Garuda Pancasila.

Aduh Lucunya kalau dia sedang berjoget, berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagunya.

"Bund ayo! Gini lho..."
Dan sayapun ikut berjoget bersamanya. Lumayan olahraga biar langsing. ups ketauan kalau ndut.

Walau dia hanya bisa menirukan suku kata terakhir dari tiap kalimat, itu sudah cukup membuat saya bangga akan pencapaiannya. Apalagi setelah 3 hari kemudian saya memergoki dia sedang mencoba menyanyikan satu lagu penuh dengan benar urutan syairnya walau ada yang kurang jelas pengucapannya.

Teringat juga ketika dulu lagi booming lagu "Muhammadku" yang dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Anti. Senangnya lagu itu bisa dengan mudah saya unduh dari Youtube, tapi kalau dua lagu di atas yang versi B channel gak nemu di Youtube. Pas nemu di Facebooknya B Channel ternyata file terkunci, gak bisa di copy. Hadeeehhhh. Pelit amat seehhhhhh...




Kamis, 28 Juli 2011

Garuda Pancasila

Posting singkat.
Teringat kejadian semalam.

Berhari-hari sebelumnya si Dede suka menyanyikan "endosa... endosa..." (baca: indonesia) dan Garuda di dadaku. Semalem dia berulah setelah bergoyang dan berjingkrak-jingkrak melihat iklan tv yang menyanyikan lagu garuda pancasila.

Iklan ya iklan. Enggak bisa kita pesan tayangnya semau kita.

Setelah meraung - raung menangisi iklan anak menyanyikan garuda pancasila yang enggak muncul-muncul lagi, akhirnya si Dede minta "bobo kamar".
Bunda di request lagu ninaboboknya pakai Garuda Pancasila.
Jadilah semaleman menyanyikan lagu itu plus bonus lagu perjuangan dan nasional lain yang bunda hafal.
Dan akhirnya dia pulas setelah 1 setengah jam.

hah! Adakah para wakil rakyat yang masih punya jiwa patriotis?

Patriotisme menjelang tidur.
Kebanggaan akan Indonesia  dari keluguan seorang bocah yang sudah 1 minggu ini mengenal bendera Indonesia, Sang Saka Merah Putih yang berkibar di sepanjang jalan sebagai rangkaian acara 17an.
tiap hari dia puji "bunda bagus ya"
Entah apa yang dipahaminya????