Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Mengusik Ta'aruf

Menikah adalah Perintah Allah SWT. Rasulullah Muhammad juga menekankan keharusan menikah ini.

Menikah tentunya dilakukan oleh laki dan perempuan. Tentunya, sebelumnya mereka sudah berkenalan duluan, bersepakat dan membuat komitmen.

Proses orang satu dengan lainnya untuk sampai ke jenjang pernikahan tentunya berbeda - beda. tergantung pada latar belakang kehidupannya, pemahaman keagamaannnya dan prinsip hidup pribadi.

Ada orang yang melalui proses berpacaran, dijodohkan dengan atau tanpa berpacaran, dan terakhir adalah ta'aruf.

Pacaran sudah jamak di masyarakat diartikan sebagai hubungan 2 individu berlawanan jenis untuk mengikat satu sama lain dengan dasar cinta. Dalam kasus pacaran, ada yang singkat ada lama masanya. Ada yang tingkat keseriusannya rendah ada yang tinggi. Ada juga yang just for fun aja.
Dalam prakteknya, orang yang terikat hubungan pacaran ini melakukan kebiasaan-kebiasaan suami isteri semisal jalan berduaan, bermesraan, berpelukan bahkan hubungan seks juga untuk sebagian pelakunya. Nah, inilah yang patut disayangkan dari sebuah proses pacaran. Berani menabrak norma adat bahkan agama. Semua agama melarang keburukan kan????!!!??!?!

Dijodohkan. Biasanya dilakukan oleh teman atau keluarga sendiri. Ketika itu dilakukan dan disetujui kedua pihak yang dijodohkan lalu menikah, maka bagus sekali proses ini. teman dan keluarga menjauhkan dari fitnah.Tapi jika setelah proses ternyata melakukan hal sebagaimana di jelaskan di paragraf sebelumnya, maka sangat tidak dianjurkan. bahkan harus dihindari. Intinya sambil menunggu hari pernikahan jangan "main-main" dulu.

Ta'aruf. Biasa diartika sebagai masa perkenalan sebelum menikah. Dilakukan oleh kelompok Islam tertentu atau orang dengan pemahaman tertentu.
Praktiknya adalah pertama, dengan seorang perantara kiai/pemimpin/apalah namanya perempuan dan laki-laki dikenalkan pribadinya melalui CVnya alias biodata yang telah dibuat. Ketika merasa cocok, maka dengan disaksikan oleh sang perantara dan teman, mereka dipertemukan secara langsung untuk eksplorasi lebih jauh untuk menentukan komitmen lebih jauh. Menurut yang saya dengar kalau sudah ketemuan itu harus 'jadi' karena iya tidaknya sudah ditentukan ketika membaca biodata. Yang dipilih biodatanya gitu loh...! Kedua, mirip dengan pertama. Bedanya di kedua ini, ketika sudah dipertemukan kalau merasa tidak cocok boleh mundur atau tidak lanjut ke tahap berikutnya.  
ketiga, mirip orang cari kerja. Mendatangi satu persatu "kantor" yang mau dilamar dan melakukan wawancara. Setelah beberapa saat atau hari akan keluar keputusan bahwa si pelamar tersebut tertolak atau diterima. Atau bahkan dia sendiri yang menolak alias mengundurkan diri.

Dari ketiga proses di atas; pacaran, perjodohan, ta'aruf, semua ada kekurangan dan kelebihannya. Tinggal bagaimana seorang individu itu sadar akan norma yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupannya. Kalau pacaran dan perjodohan itu dilakukan sebagaimana gambaran di atas maka jelaslah banyak kekurangannya.
Lalu bagaimana dengan praktik ta'aruf yang kata penganutnya adalah paling baik? Mari kita lihat dulu. Jenis pertama, kedua, ketiga si perempuan sama - sama jadi obyek sasaran yang lebih mirip barang dagangan. Dilihat, ditanya-tanya, diberi peawaran lalu ditimbang untuk lanjut atau tidak. Tidak jarang satu laki - laki bisa lebih dari 3 wanita dita'arufi dengan dalih mencari yang pas. Menurut saya, setelah melihat dan mendengar sendiri praktik beberapa teman, saya sangat menyayangkan proses ini.
Di situ perempuan seakan-akan rendah sekali. (Jauh lebih tinggi sih daripada dipacari). Emang si Laki-laki bisa menjamin kerahasiaan info yang sudah dia peroleh dari si perempuan yang ternyata belum tentu dia nikahi itu????? Saya melihat dan mendengar sendiri dua orang teman yang ngobrol tentang perempuan yang sudah mereka ta'arufi dan ternyata si perempuan itu mengecewakan mereka. Mengecewakan dalam arti tidak sesuai "selera", lalu mereka mulai menjadikannya sebagai bahan guyonan yang sangat melukai harga diri  (bagi saya pribadi).
Betapa bodohnya sebetulnya si lelaki itu, ta'aruf kok dengan yangbukan selera mereka. Minimal kan bermodalkan penglihatan mata. kalau matanya tertarik dan dapat info awal, baru kenalan sehingga kesannya tidak "menelanjangi" orang terus dicampakkan kalau tidak suka.
kemudian, para lekaki itu juga tidak berusaha membaikkan dirinya luar dalam ketika dia berusaha memilih dan memilah serta "menawar" perempuan untuk mendapat yang paling sempurna.

Jadi, mari kita lebih berhati-hati dalam bertindak dan bersikap demi menjaga kebaikan kita sendiri, orang lain dan agama.

Astaghfirullah .... 3x Allah yang maha Benar dan Mengetahui segala hal.

Rabu, 30 November 2011

Teman Baru, Ilmu Baru

Ceritanay kemaren itu benar-benar menganggur di kantor. Tidak ada ide selain berselancar di dunia maya.
Hal pertama yang diingat kalau berselancar adalah buka FB walau sekedar baca status orang, bukan bikin status sendiri. Liat-liat foto dan info terbaru.
Nah, kemaren waktu buka FB langsung tertuju pada status bu Dina Y. Sulaeman yang merekomendasikan satu blog pintar dan kreatif.
tanpa pikir panjang, langsung menuju TKP.

Dan ternyata memang benar blog pintar nan kreatif. Saya cukup tertolong dengan blog ini. bagaimana tidak, isi blognya membahas tentang kreatifitas ibu dalam mengasah kreatifitas anaknya lewat kegiatan edukatif rekreatif membuat mainan sendiri dari bahan daur ulang atau bekas pakai.

Sejalan dengan prinsip yang saya terapkan dengan anak pertama saya. Saya sangat sayang membuang kotak susu atau bungkus es krim atau apapun. kebanyakan saya cuci dan simpan walau entah kapan mau menjadikannya sebuah prakarya, he

Sejauh ini kalau gak jadi mobil-mobilan ya pesawat atau perahu. Tapi saya jadi banyak inspirasi setelah melihat blog tersebut. terima kasih ibu Erika Sari.

Selasa, 04 Oktober 2011

Template Baru dan Gaji Buta

Sendirian di kantor tanpa kerjaan makan gaji buta tapi banyak fasilitas membuat tangan dan otak tidak mau berhenti "nakal". Kalau sedang begitu, yang dilakukan hanya chatting, Facebook-an, dan utak atik blog.
Hasilnya adalah template baru yang sedikit memuaskan hati saya tapi tidak mata saya.

Tapi tidak apa-apalah, karena template ini saya jadi kepikiran ngegambar sendiri header dan mengutak-atik html. Semoga dalam 2 bulan ini bisa kosong terus kantor dan tanpa kerjaan maksimal belajar online dari teman-teman blogger senior dan dari mbah google tentunya.
Untuk teman-teman yang matanya jadi sakit gara-gara blog ini, ya maaf.
maklum newbie

Senin, 05 September 2011

Episode Mudik

Assalamu alaikum semua...
Masih dalam suasana lebaran, maka ijinkan saya mengucapkan "Minal Aidzin wal faizin, Mohon maaf lahir batin"

Melihat  berita di televisi tentang padatnya semua transportasi membuat saya malas untuk balik ke malang esok.
Walau sebenarnya saya tidak akan mengalami kemacetan dan berdesak-desakan kaarena saya mudik&balik by kereta api bisnis.
Paling yang membuat tidak nyaman adalah asap rokok dari manusia-manusia kurang sopan yang dengan seenaknya merokok tanpa mengindahkan orang lain yang sudah terbatuk-batuk atau anak kecil dan balita di sekitarnya. (Waktu berangkat kemaren, ada seorang bapak tepat dibelakang kursi saya dengan isteri dan bayinya tapi tetap saja PD merokok kebal kebul asapnya)


Atau yang lebih mengganggu lagi ketika dalam perjalanan yang 12 jam itu, ada sepsang kekasih atau apapun namanya, sedang ber"adegan sinetron". Mungkin pikir mereka berdua ada sutradara atau produser yang segerbong sehingga mereka diaudisi saat itu juga dan jadi artisnya. Ampun deh...

Perempuan itu mengenakan celana putih super pendek yang hanya menutup kemaluannya dan berambut panjang. Sang Laki-laki memakai celana selutut doreng-doreng dengan atasan kaos "u can see" bertubuh kekar dengan potongan rambut khas TNI.
Sebentar-sebentar tertawa, bercanda dan bermesraan.
sebentar-sebentar bertengkar, menggoda dan berselisih.
tapi yang membuat telinga merah, hati serasa terbakar, tangan pengen nampar aja.
Kepikiran juga memprovokasi orang segerbong untuk rame-rame mengusir mereka berdua tapi.... ngapain juga ngurusin orang gila.
coba anda bayangkan, si perempuan menangis,meraung, berteriak, mengumpat dari magrib/buka puasa sampai saya tiba di tasikmalaya pukul 6 pagi keesokan harinya. Semoga perjalanan besuk tidak menemui hal yang demikian lagi. semoga aman, nyaman dan lancar.

Selama di tasik selain berkeliling sama keluarga juga jalan-jalan sendiri. yang paling seru adalah nge-BEAT sendirian tak tahu arah. Maunya caru minimarket aja pumpung mertua lagi gak dirumah dan ada motor. Adek juga lagi ikut neneknya. Lumayanlah serasa gadis, berkelana tanpa ada yang ngintil.
Tapi stress waktu sudah dijalan, ternyata aku tidak ingat apapun. Biasa naik mobil dan asal ngikut tanpa memperhatikan jalan jadinya meraba-raba deh waktu nge-BEAT. Ngikut orang we. celakanya pas pulang karena banyaknya jalan overboden (gimana ya nulisnya, pokoknya jalan searah saja) saya tidak tahu harus belok kemana kalau mau kembali ke rumah. Jadilah satu jam terakhir hanya dipakai untuk nyari jalan pulang. Mau nelpon suami gengsi donk, masak mengaku kalau tersesat, he he he he

Yeah, ini the last day at tasik. Tiket sudah di tangan dan tertanggal 6 september by Malabar pukul berangkat 18.30 wib. Si Adek sudah mulai rewel "pulang....pulang" seperti waktu malam pertama tiba di tasik. Ah adek bikin sedih saja.
tapi yang mmebuat senang di hari kedua di sini hingga sekarang dia sudah nempel sama neneknya.

About kuliner... kali ini kita mencoba Mie Bakso Rusuk yang enak banget, Mie bakso Loma yang katanya wuenak tapi menurut saya biasa saja, warung Seu-hah yang enggak hah banget serta bumbu yang biasa dan sambel yang masih amburadul rasanya. terus Warung Ampera yang super besar tapi menurutku juga biasa aja ah.

Now time for cari oleh-oleh untuk ke Malang.
Beli apa ya??????

Jumat, 22 Juli 2011

Fikih Nisa

HAri ini kembali berjibaku dengan buku-buku dan menyiapkan modul untuk pelatihan P2KK mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang.

Setelah hari Rabu kemaren mengisi dengan materi Keislaman yang fokus pada tema Tauhid (Mengenal Allah), Mengenal RAsulullah Muhammad SAW, Mengenal Al-Qur'an dan Mengenal Islam secara keseluruhan, kini saya harus menyiapkan materi Fikih Perempuan untuk acara yang sama.

Pembahasannya (sesuai silabus dari panitia) fokus pada masalah haid, nifas, keputihan, mandi wajib dan banyak hal tentang hukum fikih yang belum ter-cover oleh Pemateri Keagamaan/Ibadah yang diisi oleh para trainer yang semuanya laki-laki.

Untuk itu, ketika Jum'at tiba disaat kaum pria melaksanakan ibadah solat Jum'at, jama'ah puteri berkumpul untuk pendalaman materi fikih perempuannya/fikih nisa'.

Semoga saya diberi kemudahan oleh Allah sehingga dapat menyampaikan ajarannya dengan baik dan benar sesuai qur'an dan hadistnya.

Semoga Yang saya sampaikan dapat dipahami nantinya oleh peserta dan dapat menggugah hati untuk lebih baik lagi. Amin

Kamis, 19 Mei 2011

Anlene maukah kau jadi Sponsor saya???

Semenjak blogspot tidak bisa dibuka di minggu lalu saya belum sempat main-main lagi.
Apalagi setelah di geruduk kerjaan kantor dan amsalah yang mengirinya.
Ini saja saya mengupdate blog pinjam komputer teman.
Di rumah tidak sempat karena sudah asyik sama si dede.

well, seminggu ini saya tertekan hingga saya ingin menumpahkannya dalam teriakan yang sangat kencang.
tapi mustahil.
sangat tidak mungkin untuk dilakukan. saya berada di tempat yang tidak privat.
Teriak itu enaknya di puncak gunung.
atau pantai.
Atau sawah yang hijau.
atau di padang pasir yang luas tak terkira.

Tapi waktu itu?
Tapi sekarang?

waktu itu saya masih di kantor.
Dan sekarang saya juga masih di kantor.
 bagaimana dengan pulang kantor?
tidak bisa! Saya tinggal di perkampungan padat.
Bisa-bisa saya di marahi banyak orang.

Lalu???

Ahh! sudah ahh!
ngelantur terus.
Efek "diusir" kantornya dan dikirim ke lantai 3 tanpa lift.
Ufh, capek beberes angkat barang dari lantai 1 ke lantai 3.
jalan kaki.

Anlene maukah kau jadi sponsor saya?
sepertinya 10000 langkah lebih lho saya jalani.

belum lagi saya jalan dari turun angkot, menyusuri sepanjang halaman depan kampus, menuju pusatnya lalu masuk ke sebuah gedung dan "mendakinya".


Kamis, 28 April 2011

Peringatan HAri Bumi

Hari bumi Bebas Asap.

Menyenangkan sekali kemaren seharian bebas asap walau tidak sepenuhnya bersih.
Mempunyai kesempatan jalan kaki agak jauh karena parkir motor harus di luar area kampus.
Tapi kok hari ini sudah bebas melenggang ke kampus dengan motor, rokok yang mengepul, mobil menderu ya ????
Tidak konsisten ternyata. Dari 2 hari yang direncanakan hanya terlasana 1 hari saja.

Eits kok banyak bapak polisi memadati kampus ya???
Ada apakah????
Semoga bukan karena demam NII nih...

En weit, apakah Senin depan setelah upacara dapet 100 ribu lagi???
berharap *mode on*

Selasa, 19 April 2011

Cuci Otak

Aksi Penipuan berkedok agama mulai menyeruak lagi.

Di televisi beberapa hari lalu mengabarkan tentang seorang ibu muda di Jakarta yang tiba-tiba menghilang dan begitu di temukan di daerah Bandung dalam keadaan bercadar dan seperti hilang ingatan. Dia tidak mampu mengenali keluarga, suami bahkan anaknya sendiri. Sebagaimana diberitakan, dia merupakan korban hipnotis dan dikaitkan dengan kelompok KW9 NII.

KW9 NII bertugas merekrut dan membaiat seseorang untuk masuk pada kelompoknya dengan cara .
dari link ini saya ketahui bahwa KW9 adalah  program tandingan NII, yang sengaja dimunculkan pemerintah. Bagi orang NII, KW9 adalah NII palsu yang kerjanya merekrut orang dan memberi ajaran yang tidak sesuai dengan NII asli. Para anggotanya di cuci otaknya sedemikian rupa hingga pada taraf tertentu akan menurut dan dijadikan mesin pencetak keuntungan. Bisa jadi anggota yang sudah dicuci otak akan dengan rela menyetor sejumlah uang dan harta yang dimulikinya.


Astaghfirullahal adzim.


Lain di Jakarta Lain pula di Malang. Kalau di Jakarta menyerang pegawai, di Malang mereka menyasar mahasiswa baru, buktinya yang terbaiat angkatan 2010 semua. 11 mahasiswa di cuci otak dan bahkan beberapa telah menghilang.
Walaupun masih dugaan, tapi melihat modusnya sama dengan kasus di atas. Di cuci otak.


Jadi teringat jaman kuliah dulu. Teman sefakultas saya pernah menangis dan mengadu ke saya kalau dia sedang dikejar-kejar dan diteror orang lantaran dia tidak mau membayar sejumlah uang. Sebelumnya temenku ini rajin di datengin dan diajak diskusi keagamaan. Kadang-kadang si perekrut itu muncul dimanapun teman saya berada, serasa dibuntuti. Terus "disayang-sayang" temen saya itu. Di bantu dan pokoknya di baik-baiki.
Selanjutnya di kasih undangan seminar kepemimpinan di Jakarta dengan uang daftar seminar sebesar 500 ribu. Kebetulan temen saya ini adalah aktifis yang lantang, cerdas dan tegas terus berprestasi secara akademik. Dia juga aktifis perempuan yang cukup lincah apalagi kalau soal persamaan gender. Jadilah dia tertarik dengan tema yang di tawarkan. Dan berangkatlah dia ke Jakarta 1 minggu.
Di sana ternyata di masukkan ke suatu ruang remang-remang dan di baiat. Setelah itu kembali ke Malang dengan setumpuk tugas dari sana.
Untung temen saya punya cukup cadangan akal sehat dan keberanian melawan hal konyol ini, sehingga dia akhirnya kembali pada kehidupan normalnya. Dia tidak sampai merekrut orang karena dia buru-buru sadar dan mencari perlindungan.

Yah semoga kasus ini bisa segera teratasi dan diketahui "sarangnya" sehingga bisa dibasmi tuntas.
Marilah kita membentengi diri kita dengan iman dan ilmu sehingga bisa seimbang dalam hidup dan tidak mudah dipengaruhi.



 Sumber:

 http://www.detiknews.com/read/2011/04/11/115016/1613233/10/al-chaidar-duga-lian-dicuci-otak-kw9-nii

http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=article&id=29039:mahasiswa-umm-dicuci-otak&catid=46:tribunngalam&Itemid=71

Rabu, 23 Maret 2011

Masuk Koran

Setelah kemaren tiba-tiba di wawancara sama seorang perempuan yang ternyata wartawati Malang Post, hari ini namaku benar-benar tercantum di sana. Tapi kok kata-kataku diplintir ya??? Itu bukan di-edit tapi betul-betul dirubah sehingga menjadi kalimat baru. benar-benar baru. Oh wartawan adakah itu dalam kode etik jurnalismu????
Untuk para pembaca, berikut adalah Berita Lengkapnya!



Baby Sitter No, TPA Yes!
Selasa, 22 Maret 2011 13:43
Mencari nafkah adalah tugas dan kewajiban orang tua laki-laki (ayah). Namun di zaman yang kian dinamis dan kebutuhan yang semakin meningkat, perempuan (ibu) banyak yang ikut turun tangan untuk menambah pundi-pundi pemasukan keluarga. Kedua orang tua yang sama-sama bekerja menjadi hal yang wajar di zaman sekarang. Keputusan ini secara otomatis membuat anak ’dikorbankan’. Pengasuhan yang seharusnya di-handle sendiri oleh orang tua, minimal ibu, akhirnya dialihkan pada orang lain. Kepada kakek-nenek dan saudara terdekat, bisa juga kepada baby sitter.
Jika pengasuhan diserahkan pada kakek-nenek atau saudara, para orang tua bisa tenang. Pasalnya mereka sudah cukup mengenal karakter orang-orang terdekatnya itu. Namun jika diserahkan pada baby sitter yang tak lain adalah orang asing, kebanyakan orang tua masih meragukan. Seperti diutarakan oleh Yayuk Lisharnani.
”Mempekerjakan pengasuh anak memang sebuah solusi bagi perempuan yang bekerja seperti saya. Tetapi bukan solusi terbaik. Melihat banyaknya kasus yang melibatkan baby sitter dan beberapa pemberitaan yang terdapat di media, saya meragukan capability pengasuh anak. Selain kurang aman, pengasuh anak juga tidak memiliki pendidikan yang sesuai untuk kebutuhan anak,” terang Yayuk pada Malang Post.
Karena meragukan pengasuh anak, Yayuk pun mengambil cara lain agar buah hatinya tetap terawat meski ia dan suami tetap bekerja. Langkah yang diambil adalah menitipkan anaknya, Afiqa Fitri Layyina pada Tempat Penitipan Anak (TPA) yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Hal sama juga dilakukan Nurul Hidayah. Perempuan berusia 26 tahun ini bahkan sudah menitipkan buah hatinya, Mikael Amal Kareem sejak berusia 1,5 bulan. Di TPA yang memiliki sistem seperti sekolah anak-anak tersebut, Nurul mengaku lebih tenang menyerahkan pengasuhan anaknya.
”Kalau mempekerjakan pengasuh anak, saya harus mengajari dari nol. Tetapi ketika menitipkan di TPA, mereka sudah memiliki sistem sendiri. Tak hanya numpang makan, tidur dan main, selama di TPA, anak saya pun mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya seperti materi yang terdapat di pre-school,” terang Nurul.
Marketing Outbond Petungsewu, Heni Lestari memiliki alasan yang hampir sama kenapa ia menitipkan anaknya di TPA. Ia mengaku ketika mempekerjakan pengasuh anak, ia tidak bisa tenang. Sebab selain kemampuan dan pendidikan yang tidak memadai, pengasuh anak tidak memiliki jadwal yang pasti.
”Pengalaman saya, libur pengasuh anak tidak terjadwal dengan pasti. Kadang-kadang mereka minta libur sesukanya. Kalau pas saya sedang senggang tidak masalah, tetapi ketika sibuk dengan pekerjaan kantor, saya yang akan kelimpungan,” urai Heni. (nda/han)


Anak Lebih Disiplin dan Mandiri
Menitipkan anak di TPA sebenarnya bukan hal yang baru. Namun di Indonesia yang masih memegang budaya ketimuran yang kuat, keputusan ini dinilai kurang wajar. Banyak yang beranggapan menitipkan anak sama halnya dengan menelantarkan mereka.
Nurul mengaku, dalam keluarga besarnya, menitipkan anak di TPA sementara kedua orang tua tetap bekerja adalah fenomena baru. Bahkan tak jarang yang menilai menitipkan anak di TPA sama dengan menitipkan anak di panti asuhan. Namun hal ini tidak menghentikan langkah Nurul. Pasalnya, selama berada di TPA, anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Bahkan dari beberapa sisi, Mikael memiliki nilai tambah setelah bergabung di TPA.
”Nilai tambah yang bisa didapat oleh anak saya setelah bergabung dengan TPA adalah mereka memiliki rasa sosial yang cukup tinggi. Sebab sehari-harinya mereka bertemu dengan banyak orang. Tidak hanya seumuran, tetapi ada juga yang lebih muda dan lebih tua dari usianya,” terang Nurul.
Selain memiliki rasa sosial sejak dini, dengan mengikuti sistem pendidikan dan pengasuhan di TPA, Nurul mengaku anaknya memiliki kedisiplinan yang tinggi dan mandiri. Sebab di TPA, setiap anak diajarkan untuk tidak manja dan bisa melakukan aktivitas sehari-harinya.
”Kalau hanya diasuh satu orang (pengasuh anak), anak biasanya akan bergantung dan manja. Tetapi kalau di TPA, mereka diajarkan untuk disiplin dan mandiri meski masih kecil,” kata karyawan UMM ini.
Diasuh dengan pengasuh anak, lanjut Nurul, tidak hanya membuat si anak manja, tetapi juga masih tetap merepotkan dirinya. Sebab, ia juga harus turun tangan sendiri untuk mengecek pola pengasuhan baby sitter yang membantunya. Tetapi ketika dititipkan di TPA, Nurul cukup membaca laporan perkembangan anaknya yang tercatat dengan baik setiap harinya.
Senada dengan Nurul, Heni juga merasakan manfaat yang sama dari pengasuhan anak di bawah TPA. Mulai jadwal makan, minum susu, bermain, pelajaran, tidur, hingga toilet training ada semua. Ia tidak perlu memikirkan bagaimana tumbuh kembang buah hatinya karena sudah mendapat materi lengkap selama dititipkan.
”Tak perlu bingung-bingung mengecek satu per satu aktivitas anak selama di TPA. Semuanya sudah terjadwal. Paling hanya memeriksa kelengkapan selama anak di TPA. Misalnya saja susu, makanan ringan dan handuk untuk mandi. Selebihnya, sudah ditangani dengan baik dan terjadwal dengan sistematis,” pungkasnya. (nda/han)

Belajar Berteman Hingga Toilet Training
Salah satu TPA yang ada di Malang adalah TPA As-Sakinah Baby School Sengkaling. TPA ini berada di bawah Yayasan Aisyiyah dan berdiri sejak delapan tahun yang lalu. Selama berdiri, puluhan bahkan ratusan anak sudah mereka tangani.
Usia anak didik yang berada di bawah pengasuhan TPA As-Sakinah Baby School cukup beragam. Mulai dari usia dua-tiga bulan hingga enam tahun. Namun kebanyakan orang tua yang menitipkan anak di TPA ini sejak anaknya berusia 2-3 bulan, tepatnya setelah masa cuti sang ibu berakhir.
”Kami sendiri pernah menerima bayi yang masih berusia 40 hari. Orang tuanya sengaja menitipkan di sini karena harus mengikuti ujian S3 di bangku kuliahnya,” terang Kepala TPA As-Sakinah Baby School, Laily F Wulandari SE.
Bagi Laily, TPA merupakan solusi yang lebih baik dibandingkan dengan menyerahkan pengasuhan anak pada baby sitter. Pasalnya, selama berada di TPA, anak tidak hanya diasuh seperti ibu yang mengasuh buah hatinya, tetapi juga mendapat materi pelajaran untuk menunjang pertumbuhannya.
”Aktivitas di TPA hampir mirip seperti sekolah (playgroup dan TK). Di sini, selain makan, bermain dan tidur, anak-anak juga mendapat materi pelajaran. Selain itu juga diajarkan bersosialisasi antar sesama penghuni TPA,” ujar perempuan yang akrab disapa Leli ini.
TPA As-Sakinah Baby School memiliki kegiatan yang terjadwal. Pagi hari pukul 07.00-08.00 diawali dengan penyambutan kedatangan anak didik. Namun tak jarang ada juga anak didiknya yang datang pukul 09.00 atau lebih. Sebab jam kedatangan mengikuti aktivitas orang tua masing-masing.
Setelah itu kegiatan dimulai dengan membangun suasana belajar dengan gerakan ringan seperti senam dan menyanyi. Penting bagi anak-anak memulai aktivitas dengan kegiatan seperti ini agar mood mereka terbentuk. Apalagi tak jarang di antara mereka yang ketika diantar oleh ibu atau ayahnya merengek tidak mau masuk TPA.
”Kegiatan selanjutnya belajar berteman. Ada kalanya mendongeng, terkadang belajar menyusun balok,” sambungnya.
Begitu kegiatan belajar selesai, anak didik akan diarahkan untuk minum susu dan menikmati bekal kue yang dibawa dari rumah masing-masing. Kemudian disambung dengan toilet training. Setelah itu waktu bermain dengan durasi sekitar satu jam.
“Siang harinya kegiatan dilanjutkan dengan makan siang, istirahat, mandi, kegiatan belajar lagi hingga menunggu penjemputan,” imbuh ibu satu anak ini. (nda/han)
 
Sumber : http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=62&Itemid=89

Sabtu, 19 Maret 2011

Mutasi Gen Bikin Ayam Leher Telanjang Tahan Panas

Hewan berleher panjang tanpa bulu itu menjadi perdebatan ilmuwan dan peternak unggas. Inilah ‘turken’ yang berasal dari kata turkey (kalkun) dan chicken (ayam).
Meskipun dinamai Transylvanian Naked Neck, hewan ini sebenarnya salah satu jenis ayam. Namun karena salah satu alasan misterius yang belum disepakati ilmuwan, banyak orang mengira itu perkawinan dari kalkun dan ayam.
Berdasarkan tes DNA dari ilmuwan di Roslin Institute, University of Edinburgh, Inggris, peternak unggas tidak perlu panik. Dr. Denis Headon, pemimpin studi, menilai keberadaan ayam itu dapat membantu peternak menghasilkan ayam yang cocok dengan habitat negara beriklim panas.
“Ayam berleher telanjang itu tidak memiliki bulu, tapi mereka berperilaku seperti ayam normal dengan bertelur dan menghasilkan daging yang baik. Yang menarik, mereka ternyata lebih tahan kondisi panas dari ayam normal,” kata Dr. Denis Headon.
Ayam berleher panjang itu pertama kali muncul di Eropa Tengah dan masuk ke Inggris pada 1920.
Studi terbaru menemukan adanya mutasi genetik secara acak yang menyebabkan kelebihan produksi molekul penghilang bulu, lebih dikenal dengan gen BMP12. Mutasi tersebut pertama kali muncul pada ayam di utara Rumania, ratusan tahun lalu. Mutasi gen ini membuat leher unggas menjadi telanjang/
Secara umum, mutasi genetik buruk bagi perkembangan binatang. Namun, bagi ayam, kemampuan itu membantu mereka bertahan di suhu panas sehingga menghasilkan telur dan daging yang lebih baik.

*Artikel ini copypaste seutuhnya dari yahoo!news.
Link : http://id.berita.yahoo.com/mutasi-gen-bikin-ayam-leher-telanjang-tahan-panas-20110317-023100-696.html

Selasa, 15 Maret 2011

Akhirnya kembali juga.
Setelah 1 minggu bergulat dengan aroma menyengat "wewangian" khas dari ruang rawat inap Rumah Sakit, kini aku bisa bernafas lega.

Ya! lega.

Aku sangat lega bukan hanya karena aku bisa menghirup udara segar dan bersantai di rumah. tapi aku juga lega karena Bapak sudah membaik dan diperbolehkan dirawat di rumah.
Panasnya udara Bojonegoro yang terasa semakin menyengat daripada ketika aku kecil dulu, kini sangat menyiksaku (mungkin juga karena tubuhku terlanjur beradaptasi dengan udara dingin kota malang) . Apalagi sekarang aku sudah punya De Ael yang sangat alergi terhadap udara panas dan sinar matahari.

Si De Ael menjadi rajin menggaruk kepala akibat keringat berlebih yang menyebabkan kulit kepalanya mruntus-mruntus serta kulit wajah yang keriput dan kasar. Minyak zaitun tidak cukup mempan membuat kulitnya terlindungi.

Belum lagi jika malam hari tiba. Nyamuk sudah mulai bersiap ke "pesta" dan menikmati darah segar dari tubuh de Ael yang sangat ranum. Lotion anti nyamuk dewasa maupun balita tidak cukup mempan dalam menghalau dan memporakporandakan pesta tersebut. Jadilah seluruh wajah dan di sebagian besar tubuh de Ael di penuhi gigitan nyamuk.

Kasihan Sekali.

Kamis, 06 Januari 2011

Hari Bumi

Hari ni di tempat aku kerja sedang dilancarkan aksi cinta bumi sehari dengan tidak memakai kendaraan bermotor di area kampus. Divisi Pecinta Alam adalah aktor di balik aksi ini.
Tidak lupa asap rokokpun harus ditiadakan.
Sebagai orang yang tidak suka asap rokok maupun rokoknya, tentunya hal ini aku dukung seratus persen. Ku langkahkan kaki menuju area kampus dengan sangat bahagia karena asap sudah diminimalkan.
 Kenapa minimal? Karena tetap saja asap dari motor dan rokok di area parkir sementara untuk acara ini akan berkeliaran ke area dalam juga seiring hembusan angin.
Angkat jempol untuk aksi sehari ini dan tentunya untuk para aktivisnya.
Namun sayang, kenapa acara cinta bumi seperti ini hanya dilakukan dan digalakkan di satu hari ini saja. Tidak terdengar gerakan apapun selain hari ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai satu masukan sekaligus kritik, "beranikah menggelar aksi serupa atau bahkan lebih baik tanpa mendompleng peringatan hari bumi?"

Jumat, 31 Desember 2010

Menjelang Pergantian Tahun

Catatan Akhir 2010

Sejauh yang bisa aku catat alam 2010 ini, pencapaian yang kuraih belum semuanya memuaskanku.
Oleh karena itu aku bertekad untuk membangun kepercayaan diri lebih mantap dan menyiapkan stok semangat yang berlebih agar tidak pernah kehabisan ketika kau butuh di 2011 nanti.
Banyak hal yang sudah ku catat dengan baik segala kekurangan, kelemahan, kendala dan ketidakberhasilanku. Dan karena itu aku telah mencatat pula segala kelebihan yang bisa ku rasakan, kekuatan yang ada, peluang yang bisa diraih dan keberhasilan seperti apa yang ku inginkan.

"Ya Allah semoga yang telah aku usahakan di tahun ini dapat menjadi berkah di tahun depan.
Semoga pengalaman dan pelajaran yang Kau beri di tahun ini dapat menjadi acuan langkah yang lebih baik bagiku dan memepermudahku menuju indahnya hidup dalam naunganMu
semoga segala hal buruk di tahun ini tidak terulang di tahun depan, dan Kau datangkan kebahagian melimpah
Semoga seluruh keluargaku terlindung dari mara bahaya dan terhindar ddari kemudharatan
berkahMu atas kami semua
Amin"


Wish All The Best

Senin, 15 November 2010

Dzulhijjah

Hari ini puncak pelaksanaan ibadah haji
Semua para calon hajiberkumpul di padang arafah
dengan segala keiklhasan dan kekhusyukan bermunajat kepadaNya
Harapannya dapat menyelesaikan prosesi hingga akhir dan mabrur.

Bagi muslim lain yang tidak menunaikan ibadah haji, dapat melaksanakan puasa arafah agar sedapat mungkin merasakan perjuangan jamaah haji menjalani prosesi wukuf. Hanya yang beriman dan mempunyai keihlasan sajalah yang mampu.

Dan jika hari ini wukuf yang berarti tanggal 9 dzulhijjah, besuknya tentunya Idul Adha karena Idul Adha hanya dilaksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah. Tidak peduli mendung menghalangi pandangan, tidak peduli peralatan yang kurang canggih dll, tentunya ketika wukuf sudah pasti waktunya kenapa harus ragu untuk lebaran??? Ingat lebaran bukan tanggal 11 dzulhijjah! (tapi tetap saja tinggal keyakinan masing-masing jatuhnya ke masehi)

Makna dzulhijjah sangatlah mendalam bagi pendewasaan ketaqwaan umat.
bagaimana tidak, Pertama, berhaji bagi yang mampu adalah sebuah proses pembuktian keimanan seseorang (menurut pendapat pribadi saya)  karena iman adalah dibenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dibuktikan dengan amal perbuatan. Ketika berhaji seseorang harusnya berbekal ilmu agama yang cukup, minimal bisa baca doa harian, baca al quran dengan baik dan benar serta saleh sosial atau setidaknya kalau ditanya masalah agama bisa menjawab dan punya dasar.
Kedua, Qurban bagi yang mampu juga. Mampu secara finansial dan kesadaran akan ibadah kepada Nya dengan penuh ikhlas. Ibadah semacam ini rentan sekali terhadap penyuburan sifat sombong jika tidak dibentengi iman yang benar. misalkan saja, terbersitnya rasa bangga yang berlebihan dan persaingan (tidak sehat) akan banyaknya hewan kurban baik secara jumlah maupun harga. Jadi jangan sampai kita terlena dengan keberhasilan kita sehingga kita terjerumus dalam kehancuran.

selamat ber-Idul Adha dan Berqurban.
Mari kita tingkatkan iman dan keiklhasan dalam menggapai ridho dan AmpunanNya.
Amien

Kamis, 21 Oktober 2010

Prestasi yang Ternoda

PAgi - pagi buka internet langsung menuju yahoo! Tadinya mau meluncur ke email tapi headline yahoo! menyandera niatku.
Pilot berprestasi itu bertingkah aneh dalam dunia pribadinya. Apa ini yang di sebut berkepribadian ganda?

Entah mengapa aku merasa iba dengan sang pilot. Apa titik kelam dalam sejarah hidupnya yang menjadikan dia seperti itu. KAlau dikaitkan dengan takdir, dan kita mengatakan bahwa itu sudah menjadi takdirnya, saya rasa amat putus asa sekali menjadi manusia menyerah pada takdir.
Takdir bukanlah seperti itu kan?

Di setiap kejadian pasti ada asbabnya alias asal usul kejadiannya.
Dan tentunya tuhan tidak begitu saja menjadikan sesuatu itu indah ataupun tidak indah atau bahkan aneh. Segala yang tuhan jadikan pastilah di mulai dengan asal usul/sebab lalu terjadilah dan timbullah sebuah hikmah/pelajaran yang dapat di ambil sebagai wujud penggemblengan mental dan iman manusia terhadapNya.

Lalu apa yang bisa kita ambil dari kisah pilot itu?

Senin, 18 Oktober 2010

Dampak Penggunaan Ponsel dan Laptop

Saya sering mendengar dampak buruk penggunaan Ponsel dan Laptop bagi beberapa indera kita.
Ragu, tapi terkadang mengiyakan juga karena penggunaan yang begitu intens dan frekuensi pemakaian yang sudah diambang kewajaran.

HAri ini pagi-pagi sudah buka Yahoo! eh ada artikel yang mengupas tentang masalah ini.
DAri artikel itu saya dapatkan kesimpulan bahwa semua pemakaian akan aman jika dibarengi dengan cara pakai yang bijak, misalnya: Ponsel dapat menyebabkan tumor otak. hal ini tidak benar tapi hendaknya anda memakai handsfree untuk pemakaian lebih aman.
Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara ponsel dan kanker otak. Jika Anda tetap merasa resah akan adanya isu tersebut, ada baiknya selalu menggunakan satu set hands-free saat berkomunikasi dengan ponsel Anda.(sumber)
Begitu juga dengan masalah lain, semua telah dijelaskan dengan gamblang di artikel tersebut.
Selamat Membaca!

Senin, 11 Oktober 2010

HAri Keenam

Cemas dan gelisah.
Dua kata itu terus menggelayut di pikiranku.
BAgaimana tidak, Papa masih lemah.
walau makan dan minumnya banyak tapi demam belum turun dan masih pucat.
DB hari keenam
Setelah Kamis (hari kedua demam) periksa hanya diberi vitamin dan sabtu di suruh periksa lagi dan hasil tes darahnya menyatakan bahwa trombosit papa cuma 6000 ato 60000 aq lupa. Yang ku ingat hanya omelan dokternya yang menurutku kurang "sopan" menanggapi keengganan PApa untuk opname.

Suami anda harus opname. Demam Berdarah itu masalah rawan. Saya sebagai dokter tidak mau disalahkan dan dituntut karena memulangkan pasien DB. Anda harus buat pernyataan.tentunya anda tidak mau jadi janda kan? aku punya pasien yang tidak mau opname juga seperti anda, besuknya dia kolaps. untungnya rumahnya dekat rumah sakit jadi bisa langsung dibawa dan ditangani. saya tidak mau mengalami persidangan berbulan-bulan karena dituduh malpraktik. kalau anda tahu ya, yang manggil itu bukan dinas melainkan kementrian langsung di jakarta sana. waduh saya gak mau repot. ayo segera tandatangan kalau tidak mau opname. duwe askes kok gak mau opname.

 Dan masih banyak lagi ungkapan yang tidak bisa kutuliskan di sini.

YAng jelas efek omelan itu cukup membuatku gerah. 
Bukan karena sakit papa tetapi lebih pada sikap dokter itu. sangat disayangkan tidak mampu menjaga perasaan pasien dan keluarga. Saya rasa ada intonasi dan pilihan kata lain yang lebih baik dalam menyampaikan keadaan paling buruk sekalipun kepada pasien.
Bisakah dokter itu berpikir terbalik seandainya dia pasien ??????????

Ya Allah aku hanya berharap Engkau akan selalu dan masih memberi kami semua panjang umur, kebahagiaan dan kesempatan yang panjang untuk menikmati nikmatmu seperti saat inipun kami masih mamapu merasakan nikmatmu dalam ujian ini. Amien.

Rabu, 22 September 2010

Bagi Yang Gemar Tahfidzul Qur'an

BAru saja membaca studi alquran yang diampu M. Quraish Shihab, menemukan informasi tentang pendaftaran program tahfidz Quran.
Ingin sekali mengikuti program ini tetapi ternyata hanya untuk santri pesantren.
Bagi pembaca yang memenuhi kriteria itu dan berminat silahkan mendaftar karena pendaftaran akan ditutup pada 30 September 2010 ini.
untuk info lengkapnya silahkan buka di sini langsung.

selamat mencoba.

Selasa, 17 Agustus 2010

MAsih Nasionaliskah???????

Tadi malam Papa ribut minta dicarikan Peci warna hitam.
Aku langsung inisiatif ke tetangga depan rumah untuk mendapatkan peci yang dimaksud.
17 Agustus hari ini, Papa pagi-pagi sepulang dari mengisi pengajian sudah tampak rapi dengan seragam Korpri dan Peci hitam dengan Pin tersemat di pecinya.
Tampak lebih gagah dan berwibawa.
Tentunya juga Tampan, he.

Dalam perjalanan kebersamaan Aku dan Papa selama hampir 3 tahun ini, aku belum pernah melihat Papa sesemangat ini mengikuti sebuah acara"ritual".

Sudah Jadi PNS Bun, dan lagi Papa sudah "mati-matian" latihan di saat puasa dan panas-panasan. siapa tahu dapat sedikit merasakan perjuangan para pahlawan apalagi jika bisa mencicipi panasnya gurun merasakan perjuangan Rasul.

Begitu Alasan Papa ketika aku terheran dengan sikapnya pagi itu.

Aku sendiri Pagi ni sedang bersiap diri menunggu saatnya upacara dimulai ditempat yang berbeda, jauh dari lokasi papa.
Papa upacara di stadion Kanjuruhan nan jauh di Kepanjen, sedang aku berteduh - teduh di lapangan kampus yang lumayan teduh dengan iming reward  yang bisa untuk membeli 2 kotak susu bayi
Masih Nasionaliskah Aku dan Papa?.

YAng jelas inilah faktanya;
Aku dan Papa, kali ini lebih bisa merasakan makna kemerdekaan justru disaat banyak orang menyangsikan kemerdekaan itu di jaman sekarang mengingat rakyat semakin terpuruk saja.
Kami berbeda karena kami memaknai dari sudut kesadaran kami yang berbeda pula.

Teriaklah Merdeka Agar Kamu Merdeka!