Rabu, 15 Desember 2010

BAnyak Hal; Sebuah curhatan (2)

Sebetulnya hari ini bukanlah puncaknya.
Jum'at di minggu yang lalulah puncaknya.
Bagaimana tidak, setelah hampir saban hari disuguhkan pembicaraan mesra sesekali juga terdengar bersahabat dan suatu kali sedikit marah hari Jum'at lalu pembicaraan sudah ter...la...lu....(dengan intonasi dan irama khas Bang Haji Rhoma)
Teriakan dan makian terus berluncuran.

Kali ini pembicaraan itu berlangsung kembali.
Penuh pujian dan mesra.

Bolehkah aku menilai?
Aku rasa tidak berhak, hanya saja manusia mempunyai batas tertentu untuk mentolerir segala sesuatu yang ter...la...lu...

Jadi begini, sebagaimana dulu pernah ku ceritakan bahwa aku adalah staff di Unit A yang dikantorkan di satu ruang di Unit B. Dalam perjalananya aku justru menjadi ambigu sendiri. berhubung aku jauh dari teman seunitku, jadilah aku "mengabdi" pada unit ini. Ibarat satu tim, aku menjadi tahu banyak kisah di unit B ini.

Yang membuatku tidak nyaman justru bukan karena kerjaan ataupun relasi kerja di sini melainkan masalah telepon. loh????

betul! telepon.

Selama di Unit B aku melewati 2 kepemimpinan Perempuan di Unit B yang masing-masing punya ciri khasnya sendiri tapi punya satu kesamaan yaitu senang berlama-lama bercengkrama di telepon hingga serasa dunia miliknya sendiri.
Nah, sekarang to the point aja tentang mereka berdua.

1st Leader:
  1. masih melajang di usia kepala tiga (atau empat???)
  2. Senang mengobrol baik via phone maupun face to face dengan sobatnya yang selalu ada di kantornya dengan tawa yang sering tidak bisa ditolerir tingkat kepantasanya apalagi jika terdengar hingga seantero Unit B ini dari lantai 1 sampai 3
  3. Suka menutup rapat pintu kantornya
  4. Kurang ramah sama bawahan maupun yang lain kecuali sama Gengnya kali ya?
  5. emosional, sering marah tanpa alasan pasti atau mencari-cari alasan untuk marah
  6. Pengatur dan penuntut padahal dirinya amburadul
  7. Seorang doktor
  8. tidak modis
2nd Leader:
  1. sudah berumahtangga dengan dua anak yang sudah mahasiswa semua, umur sekitar 50an lebih sedikit
  2. Senang mengobrol baik via phone dan mengumbar sapaan sayang, cinta dll dan juga diwarnai tawa. Sering juga bertengkar sehingga kalau tiba-tiba keluar kantor matanya sudah merah sembab. Jumat minggu yang lalu pertengkaran dahsyatnyamembuatku benar-benar tidak betah berada di situ.
  3. Suka menutup kantornya
  4. ramah terhadap siapapun senior maupun junior
  5. baik hati dan tidak sombong. sering membawakan kue atau hasil panenan buah dari kebunnya.
  6. memberikan kebebasan kepada bawahan untuk bereksplorasi dan berekspresi asal sesuai koridor yang ada
  7. seorang profesor
  8. modis dan menurutku terkadang terlalu berlebihan
Serasa sebagai maklhuk yang hanya bisa mendengar tetapi tidak mampu berkata aku hanya terdiam di kursiku dan tanpa diperintah otakku merekam semua yang dapat ia abadikan dalam memori otakku.
Aku jenuh! bolehkan????

Di tempat kerja ini aku justru jarnag mendengar pembicaraan masalah kerja.
justru masalah pribadi berseliweran sepanjang hari dari pelaku yang sama.
yang itu-itu saja.
yang memberi kebebasan agar dia juga "dibebaskan"
yang menceritakan banyak hal pribadi pada akhirnya hanya karena ingin dimaklumi segala kebiasannya
membuat pengakuan agar dibenarkan segala lakunya.

Ya Allah Berikan PetunjukMu.
Limpahkan KasihMu yang tulus suci
Anugrahkan kami kebahagiaan
Amien

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan, cerdas dan jelas.
terima kasih